Kamis, 30 April 2026
By bisnis
Budaya Memakai Baju Adat pada Hari Kartini di Untag Surabaya: Wujud Pelestarian Identitas Bangsa

Setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan emansipasi perempuan. Momentum ini tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang ini penuh dengan nilai budaya dan kebangsaan. Salah satu bentuk peringatan yang telah menjadi budaya di lingkungan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya adalah ajakan kepada seluruh civitas akademika mulai dari dosen, karyawan, hingga mahasiswa untuk serentak mengenakan baju adat atau baju nasional Indonesia.

Budaya ini telah menjadi tradisi tahunan di Untag Surabaya sebagai bentuk partisipasi aktif dalam memperingati Hari Kartini. Suasana kampus pada hari tersebut tampak lebih berwarna dengan keberagaman busana tradisional dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari kebaya, batik, hingga pakaian adat khas daerah lainnya, seluruh elemen kampus turut berkontribusi dalam menciptakan nuansa kebudayaan yang kental. Kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah simbol penghormatan terhadap nilai-nilai sejarah, budaya, dan identitas bangsa Indonesia.

Selain ajakan untuk mengenakan baju adat atau baju nasional, peringatan Hari Kartini di Untag Surabaya juga semakin semarak dengan adanya kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Wanita Untag (IWATA). Dalam rangka memperingati Hari Kartini, IWATA mengadakan lomba fashion show dengan tema busana adat atau nasional. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dosen, karyawan, maupun anggota organisasi wanita di lingkungan kampus. Lomba fashion show tersebut tidak hanya menampilkan keindahan busana tradisional, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan dan meningkatkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia.

Penggunaan baju adat atau baju nasional pada peringatan Hari Kartini memiliki makna yang mendalam. Banyak instansi, termasuk perguruan tinggi, mendorong penggunaan busana nasional pada hari-hari tertentu bukan hanya sebagai bentuk perayaan, tetapi juga memiliki beberapa tujuan penting yang berkaitan dengan nilai kebangsaan dan budaya.

Pertama, penggunaan baju adat atau nasional bertujuan untuk memperingati momen nasional. Hari Kartini merupakan salah satu hari besar nasional yang memiliki nilai sejarah penting dalam perjuangan bangsa Indonesia, khususnya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan. Dengan mengenakan busana nasional, masyarakat menunjukkan rasa hormat terhadap tokoh-tokoh bangsa serta sejarah perjuangan yang telah membentuk identitas Indonesia saat ini.

Kedua, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme. Melalui penggunaan baju adat atau nasional, individu diajak untuk merasakan identitas Indonesia secara lebih nyata, tidak hanya melalui pengetahuan teoritis, tetapi juga melalui pengalaman visual dan emosional. Hal ini dapat memperkuat rasa cinta tanah air serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman.

Ketiga, penggunaan baju adat atau nasional merupakan salah satu cara untuk melestarikan budaya lokal. Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, termasuk dalam hal busana tradisional. Dengan mengenakan pakaian adat secara rutin pada momen tertentu, masyarakat turut berperan dalam menjaga keberlangsungan budaya agar tetap dikenal oleh generasi masa kini dan masa depan, serta tidak tergeser oleh pengaruh budaya global.

Keempat, kegiatan ini juga berperan dalam membangun kebersamaan dan identitas institusi. Ketika seluruh civitas akademika mengenakan tema busana yang sama, tercipta rasa kebersamaan dan solidaritas di antara anggota institusi. Selain itu, kegiatan ini juga dapat memperkuat citra institusi sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme dan budaya.

Kelima, penggunaan baju adat atau nasional menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Di lingkungan kampus, kegiatan ini dapat menjadi media pembelajaran langsung tentang keberagaman budaya Indonesia. Mahasiswa tidak hanya mempelajari budaya melalui teori di dalam kelas, tetapi juga dapat melihat dan merasakan langsung kekayaan budaya bangsa melalui praktik nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Terakhir, baju adat atau nasional memiliki nilai simbolik dan estetika yang tinggi. Selain memiliki makna budaya, busana tradisional juga mencerminkan keindahan, kerapian, dan keanggunan yang khas dari setiap daerah di Indonesia. Oleh karena itu, penggunaan baju adat pada peringatan Hari Kartini memberikan nuansa yang lebih formal, sakral, dan penuh makna dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan.

Dengan adanya budaya mengenakan baju adat atau nasional serta penyelenggaraan lomba fashion show oleh IWATA, peringatan Hari Kartini di Untag Surabaya tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh civitas akademika akan pentingnya menjaga identitas Indonesia, melestarikan budaya lokal, membangun kebersamaan, serta mengedukasi generasi muda tentang nilai simbolik dan estetika busana adat atau nasional Indonesia.