Claritha Angaline, Kembangkan Ekonomi Kreatif Warga Plunturan, Kab. Ponorogo dalam Program Wira Desa

Kamis, 27 Januari 2022 - 15:34:11 WIB
Dibaca: 246 kali

Surabaya — Kementerian Pendidikan , Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek) telah berinovasi terhadap program pendidikan di Indonesia guna mengembangkan soft skills mahasiswa. Salah satunya melalui Program Wira Desa yang merupakan salah satu kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dengan adanya program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa peduli mahasiswa untuk berkontribusi kepada masyarakat desa.

Uniknya, program ini ditujukan kepada berbagai organisasi mahasiswa seperti Lembaga Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Prodi, hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Dimana organisasi tersebut diharuskan membentuk sebuah tim dan mengusulkan proposal kepada Kemendikbudristek untuk diseleksi.

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik merupakan salah satu organisasi yang mendapatkan hibah pendanaan Program Wira Desa 2021 dengan judul proposal Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Lokal Guna Menunjang Program Dolan Plunturan. Tim BEM FISIP beranggotakan 10 mahasiswa diantaranya adalah Yulian Amiftakhul Ibra, Abimanyu Ardiyansyah, Ahmad Alif Fauzan, Rizka Tri Anissa Putri, Claritha Angaline Djaja, Marisa Winda Dewi, Mochammad Rafi Pangestu, M. Lutfi Darmawan, Mohammad Soleh, M. Noval Hidayatullah dengan 1 sebagai ketua yaitu Aqshal Ghafara A.K serta dosen pendamping Anggraeny Puspaningtyas, S.AP., M.AP.

Claritha Angaline Djaja, salah satu mahasiswi Adbis semester 7 yang tergabung dalam kelompok tersebut menjelaskan alasan keterlibatannya dalam kegiatan wiradesa “aku memang suka pengabdian yang membantu masyarakat dan tak menyangka kalau proposal tim BEM FISIP bakalan lolos dari 1500 proposal” ucapnya.

Program Wira Desa yang dilakukan oleh tim Claritha dilaksanakan di Desa Plunturan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo selama 4 bulan dimulai sejak bulan Agustus hingga Desember. Kegiatan wira desa dilaksanakan secara hybrid terdapat sebagain kegiatan yang dilaksanakan secara luring dengan langsung mendampingi mitra dan sebagian kegiatan dilaksanakan secara daring.  Terdapat 17 UMKM di Desa Plunturan  yang diundang untuk melakukan pelatihan UMKM Go Digital namun mereka memilih 3 UMKM prioritas untuk di dampingi secara intensif, yakni UMKM Kripik Enthik, UMKM Sambel Kacang Wingga dan UMKM Dinar Collections. 

Ada beberapa program kerja yang menjadi fokus Wira Desa yakni pembentukan struktural UMKM, pembentukan kesadaran tugas kerja struktural, pengurusan PIRT Halal (makanan), HKI, pengenalan inovasi produk, pemetaan target pasar, kerjasama dengan supplier, strategi penjualan digital dan konvensional, pelatihan foto produk, copywriting, pelatihan periklanan digital, pelatihan penjualan di E-Commerce, dan program administrasi UMKM.

Claritha sangat bersyukur karena dari semua program kerja yang direncanakan dapat terealisasi dengan baik, meskipun ada salah satu yang masih belum tuntas yakni legalitas usaha yang masih  dalam proses pengurusan. Oleh karena itu, meskipun program  telah usai, tim  BEM FISIP masih terus mendampingi secara daring program tersebut.

Dalam wawancara Claritha  berpesan untuk mahasiswa Adminitrasi Bisnis, “manfaatkan program dari Kemendikbudristek semaksimal mungkin dengan mengikuti berbagai macam program yang ada. Karena menurutku sangat membantu kita baik dalam hal akademik maupun non-akademik” tutupnya.

 

Reporter & penulis : Alifia Rukmana Watusslikha

Editor: Herlina K.

Sumber: https://www.harianbhirawa.co.id/tim-wiradesa-bem-fisip-untag-ajak-umkm-desa-plunturan-go-digital/


Untag Surabaya || FISIP Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya