Program Matching Fund: Wadah Berkarya dan Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa Adbis

Rabu, 22 Desember 2021 - 23:27:13 WIB
Dibaca: 272 kali

Blitar, 27 November 2021 — Untag Surabaya terpilih menjadi salah satu perguruan tinggi yang mendapatkan hibah Program Matching Fund 2021 di Desa Minggirsari, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Kemendikbud-Ristek.

Program Matching Fund adalah program pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang melibatkan insan perguruan tinggi dan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) untuk bersama-sama terlibat dalam membentuk ekosistem Kampus Merdeka-Merdeka Belajar.

Kegiatan ini dimulai sejak bulan Oktober silam dan diikuti oleh Mahasiswa dan Dosen dari berbagai prodi di Untag Surabaya, salah satunya adalah Prodi Administrasi Bisnis. Kegiatan dibagi menjadi beberapa kelompok. Salah satunya adalah kelompok Pelatihan Pembuatan Souvenir yang merepresentasikan identitas Desa Minggirsari.

Keberangkatan kelompok mahasiswa terbagi menjadi 2 kloter. Kloter pertama (16/10) beranggotakan Resty Kusumawardhani Ariputri, Maghfirotul Kholifah, Amalia Ayu Putriani, Tariza Ramadhania, Alifia Rukmana Watusslikha dan Dymas Kusnul Khotimah. Kedatangan mahasiswa disambut oleh Kepala Desa Minggirsari, Eko Hariadi. “Selamat datang di Desa Minggirsari, saya berharap teman-teman mahasiswa dapat memanfaatkan waktu yang singkat ini untuk bermasyarakat dengan warga sini.” Ucapnya

Selanjutnya kelompok mahasiswa berkunjung ke UKM yang ada di Desa Minggirsari yaitu Cakra Leather Craft (produsen barang dari bahan kulit) dan Maharani Abadi (produsen Kendang Djimbe). Disana mereka melihat bagaimana proses produksi hingga menjadi produk yang siap dipasarkan. Disamping itu, mahasiswa juga mengamati sumber daya apa saja yang berpotensi untuk dijadikan produk souvenir. Mahaiswa menemukan bahwa terdapat banyak limbah kayu gelondongan sisa produksi dari Kendang Djimbe yang berpotensi dijadikan bahan baku souvenir. Adapun Kendang Djimbe adalah alat musik yang terbuat dari kayu (Mahoni) dengan tutup dari kulit hewan (sapi/kambing) dan diberi tali sebagai hiasan.

Saat mereka kembali ke Surabaya, kemudian mengolah kayu gelondongan tersebut menjadi beberapa produk di antaranya adalah hiasan dinding, lampu tidur hingga jam dinding. Disamping itu juga memberikan souvenir berupa gelas yang terdapat gambar salah satu wisata di Desa Minggirsari. Hasil karya dari kelompok kemudian dipresentasikan kepada warga Desa Minggirsari. Tak lupa mahasiswa juga memberikan video tutorial pembuatan souvenir, hal itu dilakukan agar warga bisa melihat kembali melalui video tahap-tahap pembuatan souvenir.

Penyerahan  souvenir dilakukan oleh kelompok mahasiswa yang pada kloter kedua(27/11) terdiri dari Hida Ayunita Wulandari, Kartika Putri Ardani, Tsany Diana Assyfa, Lely Indah Wati dan Putri Maria Zulfana. Selain hasil karya tersebut, diserahkan pula peralatan untuk mendukung pembuatan produk seperti, alat press gelas, printer tinta sublim, gelas polos.

 

Reporter dan Penulis berita : Alifia Rukmana Watusslikha

Editor: Herlina K.


Untag Surabaya || FISIP Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya