Bryophyta Liquid Organic Fertilizer Sprayer Karya Mahasiswa Administrasi Bisnis

Rabu, 21 Agustus 2024 - 09:29:54 WIB
Dibaca: 138 kali

Surabaya, 23 Juli 2024 – Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menggelar program yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam berwirausaha yaitu Program Mahasiswa Wirausaha melalui Badan Kemahasiswaan dan Alumni (BKA). Program ini juga menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk kemudian bisa melanjutkan ke tahap yang lebih tinggi (eksternal) seperti mengikuti PKM, P2MW, WMK dan program MBKM lainnya. Program Mahasiswa Wirausaha diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi salah satunya Administrasi Bisnis, yang mengirimkan sebanyak 6 tim terbaiknya dan semuanya lolos pendanaan PMW ini. Salah satu dari 6 tim tersebut adalah tim BLOF Sprayer yang beranggotakan 4 orang, antara lain Fernandi, Tessa Ardilla, Meidita Alifiyah dan Esther Ivoni Gracia. Kegiatan ini dimulai pada bulan April dan berakhir pada pertengahan bulan Juni 2024. 

 

Bryophyta Liquid Organic Fertilizer (BLOF) Sprayer merupakan terobosan baru berupa pupuk organik cair untuk media tanam yang bertujuan meningkatkan kemampuan fotosintesis tanaman dan penyerapan nitrogen dari udara serta kemampuan produktivitas dan pertumbuhan tanaman. Pupuk organic cair ini dibuat tanpa campuran bahan zat kimia berbahaya sehingga aman untuk digunakan jangka Panjang dan bagi keberlangsungan hidup tanaman, inspirasi dari pembuatan pupuk ini cukup menarik yaitu karena melihat banyaknya lumut yang tersebar di lingkungan Masyarakat khususnya daerah Menur, Surabaya. “Inspirasi utama saya untuk menciptakan produk BLOF Sprayer ialah saat saya melewati sungai di dekat Bundaran Simpang Menur dan banyak sekali lumut air yang berada di sungai tersebut. Ditambah dengan adanya aktivitas pembuangan sampah di dekat Bundaran tersebut yang menciptakan air selokan menjadi terkontaminasi dengan sampah,” ungkap Fernandi selaku ketua tim BLOF Sprayer. 

 

Dalam pembuatan dan pengembangan produk tim BLOF Sprayer menghadapi berbagai tantangan, Meidita mengungkapkan tantangan besar yang dihadapi oleh timnya, “Tantangan terbesar selama kami memproseskan BLOF Sprayer ini adalah kami membutuhkan tambahan waktu sebelum dijadwalkannya monitoring dan evaluasi PMW 2024 untuk eksperimen pada tumbuhan-tumbuhan kami. Kami ingin menguji apakah produk BLOF Sprayer kami tumbuh seperti yang kami harapkan atau justru menjadi produk gagal,” ungkapnya. Tidak hanya memanfaatkan lumut air produk pupuk cair organik ini juga dicampur dengan kulit pisang dan kulit bawang, “…limbah lumut air, kulit pisang, dan kulit bawang, bahan-bahan tersebut yang kami gunakan untuk pembuatan pupuk cair ini yang bertujuan untuk media perangsang tanaman hias,” imbuh Meidita. 

 

Tessa Ardilla yang juga merupakan salah satu anggota tim BLOF Sprayer, mengungkapkan terkait langkah strategis yang akan dilakukan guna mengembangkan produk ini lebih lanjut, “?Langkah yang kami ambil kemungkinan kami akan mencoba untuk melakukan eksperimen lagi ke media tanam dan melihat perkembangannya melalui beberapa komposisi produk, sehingga kami dapat mengetahui formulasi yang terbaik, langkah yang kami ambil selanjutnya mungkin adalah menyempurnakan produk yang kami buat, karena produk kami masih belum cukup untuk layak dijual dikarenakan perlu penelitian lebih mendalam lagi,” tutur Tessa sapaan akrabnya.

Terakhir, Esther Ivoni Gracia atau biasa dipanggil Esther mengatakan bahwa mengikuti PMW merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi mereka, “Pengalaman kami dalam mengikuti Program Mahasiswa Wirausaha sangat berharga dan memberikan banyak wawasan. Tim kami belajar banyak tentang pentingnya perencanaan bisnis yang matang, manajemen keuangan, dan strategi pemasaran. Selain itu, kami mendapatkan kesempatan untuk membangun relasi dengan para mentor dan profesional di bidangnya. Program ini sangat membantu kami dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan dunia bisnis yang sesungguhnya”. Ia juga menambahkan harapannya untuk produk BLOF Sprayer ke depan dan kontribusinya terhadap lingkungan, “…kami sangat berharap produk BLOF dapat terus berkembang dan dipakai sertai disukai oleh masyarakat. Serta berharap BLOF dapat menjadi inovasi yang terpercaya dalam peran menjaga lingkungan dari sprayer-sprayer yang berbahan kimia yang dapat merusak kesehatan tanah dan tumbuhan dalam jangka Panjang,” imbuhnya.

 

Reporter dan Penulis: Ihsan Fauzi

Editor: Pregnandia Ladina


Untag Surabaya || FISIP Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya