Upaya Peningkatan Potensi Desa Kalikatir Mahasiswa Administrasi Bisnis UNTAG Surabaya
Jumat, 02 Agustus 2024 - 09:12:01 WIBDibaca: 131 kali
Kalikatir, Mojokerto 22 Juli 2024 – Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melaksanakan pengabdian masyarakat yaitu KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang diikuti dari berbagai program studi salah satunya ialah prodi Administrasi Bisnis. Program KKN UNTAG Surabaya terbagi menjadi 2 macam yaitu KKN Reguler yang diikuti oleh mahasiswa kelas pagi dan KKN Non Reguler yang dikhususkan untuk mahasiswa kelas sore. Pelaksanaan KKN antara Reguler dan Non Reguler juga berbeda, KKN Reguler dilakukan selama 14 hari berturut-turut sedangkan KKN Non Reguler dilakukan di hari Sabtu dan Minggu selama 12 kali yang telah dilakukan pada 11 Mei – 16 Juni 2024. Pada Juli 2024 ini UNTAG Surabaya melaksanakan KKN Reguler di desa Kalikatir, Kec. Gondang, Kab. Mojokerto selama 14 hari terhitung sejak 10 – 21 Juli 2024.
Pregnandia Ladina, S.AB., M.AB., adalah salah satu DPL (Dosen Pendamping Lapangan) dari prodi Administrasi Bisnis yang juga merupakan dosen baru dan harus mengemban tanggung jawab yang tidak mudah untuk menjadi seorang DPL. Beliau mengungkapkan banyak keraguan pada saat akan menerima tawaran untuk menjadi DPL, tetapi nyatanya keraguan itu bisa dilewati olehnya, “jujur saja banyak keraguan di awal untuk menerima tawaran menjadi DPL, karena saya harus mendampingi mulai dari survey lokasi untuk mengetahui masalah yang ada di desa dan mencari solusi yang kemudian dijadikan proker, pelaksanaan eksibisi dan supervisi, sampai pada pendampingan selama 12 hari di desa tinggal bersama mereka (mahasiswa KKN). Namun syukurnya semua berjalan dengan sangat lancar”. “Kebetulan ini adalah pengalaman pertama saya menjadi DPL dan bahkan KKN pertama saya, karena sewaktu kuliah saya pun tidak ada program KKN, sehingga menurut saya sangat berkesan dan sangat menyenangkan untuk dapat berkesempatan mendampingi mahasiswa KKN R03 Desa Kalikatir UNTAG Surabaya,” imbuhnya.
Potensi di desa Kalikatir sangat terkenal dengan pisang, jagung dan singkongnya. Dengan potensi dan sumber daya yang melimpah salah satu mahasiswa Administrasi Bisnis, Sunarti bersama kelompoknya membuat minuman yang sangat menarik yaitu minuman antioksidan dari kulit pisang yang bekerja sama dengan salah satu petani pisang di desa Kalikatir tersebut, “yang menjadi mitra di program kerja sub kelompok saya yakni pak Makin yang merupakan salah satu petani pisang di desa Kalikatir,” ucapnya. Selain membuat minuman dari kulit pisang Sunarti dan kelompoknya juga membuat program kerja lain yang tidak kalah menarik, seperti membuat vermikompos, melakukan sosialisasi NAPZA di sekolah dan menabur benih ikan lele di kolam warga yang kosong. Mahasiswi yang akrab disapa Narti itu mengungkapkan keseruannya selama menjalani KKN, “KKN tuh seru banget bisa mengenal satu sama lain bisa deeptalk satu sama lain walaupun awal-awal pasti merasa pengen cepat selesai, pengen pulang tapi lama-lama enjoy aja, siangnya proker-an malamnya begadang buat ngerjain tugas sama bercerita atau bermain, bisa menyusuri desa yang asri, bisa menyapa dan bercerita dengan warga sekitar. Tapi pada saat sudah mulai akrab semua ehh malah dipisahkan karena cuma 12 hari aja,” ungkapnya pada tim media.
Selain memanfaatkan hasil dari salah satu potensi desa, mahasiswa Administrasi Bisnis juga membuat alat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan potensi desa yaitu membuat alat penabur pupuk kering dengan mengadopsi teknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Alasan Shofia Azzahra dan kelompoknya menciptakan Teknologi Tepat Guna (TTG) ini ialah supaya mempermudah para petani untuk penaburan pupuk kering yang lebih terfokuskan pada media tanam. Harapannya dengan penaburan pupuk yang tepat sasaran (media tanam) maka akan mudah diserap oleh tanaman sehingga menghasilkan buah yang maksimal dengan kualitas yang tinggi. Shofi (sapaan akrabnya) mengatakan pembuatan alat ini bekerja sama dengan mitra Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Jagung Tani Mulyo. Ia juga membagikan keseruannya yang dirasakan selama mengikuti KKN Reguler ini, “adanya KKN ini membuat saya kenal banyak teman-teman dari fakultas-fakultas dan prodi-prodi lain. Walaupun di awal kegiatan KKN ini ada sedikit drama, tapi dengan adanya itu kami lebih dekat satu sama lain, love you dan terima kasih banyak bu Nandia (DPL) dan temen-temen KKN R03 Kalikatir, terima kasih sudah bertahan sampai akhir,” ungkapnya.
Reporter dan Penulis: Ihsan Fauzi
Editor: Pregnandia Ladina
Untag Surabaya || FISIP Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya