Anggun Dwi, Mahasiswi Administrasi Bisnis Lolos dalam Program Magang MBKM-A

Selasa, 31 Mei 2022 - 21:00:33 WIB
Dibaca: 69 kali

Surabaya, 31 Mei 2022–Magang merupakan bentuk pembelajaran dimana mahasiswa berlatih bekerja pada suatu perusahaan atau instansi dalam jangka waktu tertentu. Magang biasanya dijalankan oleh mahasiswa yang telah menempuh semester lima ke atas. Di Prodi Administrasi Bisnis Untag Surabaya, magang harus ditempuh mahasiswa karena merupakan salah satu syarat wajib untuk kelulusan.

Anggun Dwi Kurniawati, merupakan mahasiswi semester 6 Prodi Administrasi Bisnis yang lolos dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka –Administrasi Kependudukan (MBKM-A). Program ini diluncurkan oleh Pemerintahan Kota Surabaya dan bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi di Surabaya.

Meskipun program tersebut sangat kental dengan pemerintahan atau pelayanan publik, tapi tak menyurutkan niat Anggun untuk mencoba mendaftar, “pada saat itu aku pengen magang di kedinasan karena memang nantinya aku pengen jadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dan menurutku ini kesempatan yang tepat untuk aku mencari pengalaman. Saat mendaftar itu awalnya aku memilih posisi semacam humas, aku kira magangnya bakal kayak promosi gitu karena aku suka bidang promosi. Tapi ternyata aku ketrima di posisi pelayanan publik,” jelas Anggun.

Saat dirinya dinyatakan lolos, ia mengaku agak ragu karena penugasan dalam magang bertolak belakang dengan pengetahuan yang didapatkan ketika belajar terkait administrasi bisnis. Dalam praktik di ketika magang, ia ternyata menangani proses administrasi yang ada di kelurahan, termasuk menangani izin usaha atau dagang dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Dari situlah ia merasa lega karena ada beberapa hal yang berkaitan dengan prodinya.

Anggun menjalani magang selama 3 bulan di kantor Kelurahan Keputih, Surabaya, terhitung sejak 14 Maret 2022 hingga 14 Juni 2022 mendatang. Di tengah waktu pembelajaran semester genap 2022. Hal tersebut memaksa Anggun untuk  dapat memanajemen waktu dengan baik, mengingat ia juga bekerja dan aktif dalam organisasi kemahasiswaan. 

Anggun mengatakan ia sempat merasa kewalahan dalam manajemen waktu, “untuk kuliah (kebetulan) daring jadi masih bisa disambi. Tapi sehari-hari itu bisa full gitu, bahkan waktu untuk istirahat 5 jam itu sudah paling lama. Jam 7 kuliah, Jam 10 berangkat magang, lanjut jam 4 sore itu aku berangkat kerja sampai jam 10 malam. Terus aku juga aktif di organisasi kemahasiswaan dan UKM” ujarnya.

Ada beberapa tantangan yang dialami oleh Anggun selama menjalani magang, “kan pelayanan publik otomatis aku bertemu sama masyarakat kelurahan sana, nah hal berkesan sekaligus tantangan itu mengajari tentang teknologi informasi kepada perangkat desa seperti RT dan juga masyarakat Kelurahan Keputih yang usianya sudah tidak lagi muda. Jadi mengajarinya ya harus pelan-pelan terus sabar juga. Karena dari Disdukcapil sendiri banyak program yang berbasis teknologi agar kepengurusan kependudukan bisa lebih efisien.” ungkapnya.

Di samping tantangan yang dihadapi oleh Anggun, ia juga mendapat banyak mendapatkan pengetahuan dari program magang, yaitu menjadi tahu tentang kependudukan, lebih dekat dengan warga setempat, menambah relasi, mengasah kemampuan public speaking, serta terlatih menghadapi masyarakat dengan karakter yang berbeda-beda.

Repoter & Penulis : Alifia Rukmana Watusslikha

Editor: Herlina K.

 


Untag Surabaya || FISIP Untag Surabaya || SIM Akademik Untag Surabaya || Elearning Untag Surabaya